Kegiatan Ekonomi & Kabar Desa

Ikuti perkembangan terbaru, program pemberdayaan, berita penting, serta agenda ekonomi warga Desa Tejoasri.

Festival Dayung Tejoasri 2026, Lestarikan Tradisi dan Angkat Potensi Desa
Berita
10 Aug 2026

Festival Dayung Tejoasri 2026, Lestarikan Tradisi dan Angkat Potensi Desa

Festival Dayung Tejoasri 2026, Lestarikan Tradisi dan Angkat Potensi Desa LAMONGAN – Festival Dayung Tejoasri 2026 digelar di Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Lamongan, Minggu (9/8/2026). Sebanyak 32 tim turut ambil bagian dalam perlombaan dayung antar desa se-Jawa Timur. Selain menjadi ajang olahraga, festival ini menjadi upaya masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus memperkenalkan potensi Desa Tejoasri kepada masyarakat luas. Antusiasme warga yang menyaksikan perlombaan turut menghidupkan suasana dan memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal. Kegiatan ini juga memperkuat posisi Festival Dayung Tejoasri sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat Lamongan. Dengan menggabungkan olahraga, tradisi, dan wisata, Festival Dayung Tejoasri diharapkan terus berkembang menjadi agenda unggulan yang mampu mengangkat potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.

Tekan Biaya Pakan, KKN Tematik Unisda Gelar Pelatihan Budidaya Maggot untuk Petani Keramba Tejoasri
Berita
01 Aug 2026

Tekan Biaya Pakan, KKN Tematik Unisda Gelar Pelatihan Budidaya Maggot untuk Petani Keramba Tejoasri

Lamongan -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan menggelar pelatihan budidaya maggot bagi para petani keramba di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 ini digagas sebagai upaya menekan biaya pakan ikan yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar bagi para petani keramba. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Tejoasri, Bapak Yusuf Bachtiar, S.IP; perwakilan Dinas Perikanan, Bapak Awang Rochadiyan Okrista, S.Pi; Dosen Pendamping Lapangan sekaligus pemateri, Midkholus Surur, S.IP., M.IP; serta para petani keramba Desa Tejoasri. Dalam sambutannya, Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Biaya pakan itu salah satu keluhan yang paling sering saya dengar dari petani keramba di sini. Kalau ada alternatif pakan seperti maggot yang lebih murah dan bisa dibuat sendiri, tentu ini akan sangat membantu warga. Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN Unisda yang menghadirkan solusi ini, ujar Yusuf Bachtiar.Senada dengan itu, perwakilan Dinas Perikanan, Awang Rochadiyan Okrista, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Maggot atau larva black soldier fly memang dikenal sebagai sumber protein alternatif yang baik untuk pakan ikan, dengan biaya produksi yang jauh lebih murah dibanding pakan pabrikan. Kami mengapresiasi langkah mahasiswa KKN Unisda yang mengenalkan teknologi budidaya maggot ini kepada petani keramba di Tejoasri, kata Awang Rochadiyan Okrista. Dosen Pendamping Lapangan yang sekaligus bertindak sebagai pemateri, Midkholus Surur, menjelaskan bahwa pelatihan budidaya maggot ini dipilih karena potensinya yang besar dalam menekan biaya operasional petani keramba. Selama ini pakan menjadi komponen biaya terbesar dalam budi daya ikan di keramba, bisa mencapai lebih dari separuh total biaya produksi. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali petani dengan keterampilan budidaya maggot secara mandiri, mulai dari proses pembibitan, pemberian pakan organik, hingga masa panen, sehingga petani bisa memproduksi pakan sendiri dengan biaya yang jauh lebih murah, jelas Midkholus Surur. Dalam sesi pelatihan, Midkholus Surur juga memaparkan langkah-langkah praktis budidaya maggot menggunakan media dan bahan organik yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar desa, termasuk pemanfaatan limbah rumah tangga dan sisa hasil pertanian sebagai media pertumbuhan maggot. Budidaya maggot ini sebenarnya tidak sulit dan bisa dilakukan dengan modal yang minim. Selain menekan biaya pakan, budidaya ini juga membantu mengurai limbah organik di sekitar kita. Harapan kami, ilmu ini bisa terus dikembangkan oleh petani keramba Desa Tejoasri secara mandiri dan berkelanjutan, tambah Midkholus Surur. Para petani keramba yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan dan aktif bertanya seputar teknis budidaya maggot yang baru pertama kali mereka pelajari. Selama ini biaya pakan pabrikan memang cukup menguras hasil panen kami. Dengan adanya pelatihan budidaya maggot ini, kami jadi punya gambaran untuk membuat pakan alternatif sendiri, sehingga biayanya bisa lebih ditekan. Semoga ilmu ini bisa langsung kami praktikkan di keramba masing-masing, ujar salah satu petani keramba Desa Tejoasri. Kegiatan pelatihan budidaya maggot ini diharapkan mampu membantu petani keramba Desa Tejoasri menekan biaya produksi pakan ikan, sekaligus mendorong terciptanya sistem budi daya ikan yang lebih mandiri dan ramah lingkungan di wilayah Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Ringankan Beban Petani Keramba, Mahasiswa KKN Tematik Unisda Hadirkan Teknologi Pakan Ikan Otomatis
Berita
01 Aug 2026

Ringankan Beban Petani Keramba, Mahasiswa KKN Tematik Unisda Hadirkan Teknologi Pakan Ikan Otomatis

Lamongan - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan menghadirkan inovasi teknologi pakan ikan otomatis bagi para petani keramba di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 29 Juli 2026 ini bertujuan meringankan beban petani keramba dalam proses pemberian pakan ikan sehari-hari. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Tejoasri, Bapak Yusuf Bachtiar, S.IP; perwakilan Dinas Perikanan, Bapak Awang Rochadiyan Okrista, S.Pi; Dosen Pendamping Lapangan, Midkholus Surur, S.IP., M.IP; Koordinator Desa KKN Tematik Unisda, M. Andrean Al Baihaqi; serta para petani keramba setempat. Dalam sambutannya, Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Unisda yang dinilai mampu menjawab persoalan nyata yang selama ini dihadapi para petani keramba di desanya. Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Unisda. Alat pakan ikan otomatis ini sangat membantu warga kami, khususnya para petani keramba yang selama ini kesulitan mengatur waktu pemberian pakan. Semoga inovasi ini bisa terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Tejoasri. ujar Yusuf Bachtiar. Senada dengan itu, perwakilan Dinas Perikanan, Awang Rochadiyan Okrista, menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Kami dari Dinas Perikanan menyambut baik inovasi yang dibawa oleh mahasiswa KKN Unisda ini. Teknologi pakan otomatis seperti ini sejalan dengan upaya kami mendorong efisiensi budi daya ikan di masyarakat. Harapannya, hasil perikanan di Kecamatan Laren, khususnya Desa Tejoasri, bisa semakin meningkat. kata Awang Rochadiyan Okrista. Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan, Midkholus Surur, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Program KKN Tematik ini kami arahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat desa. Kehadiran teknologi pakan ikan otomatis ini adalah salah satu bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. jelas Midkholus Surur. Koordinator Desa KKN Tematik Unisda, M. Andrean Al Baihaqi, menambahkan bahwa alat pakan ikan otomatis ini dirancang khusus untuk memudahkan petani keramba dalam mengatur jadwal dan takaran pemberian pakan secara lebih efisien. Alat ini kami rancang agar petani tidak perlu lagi memberi pakan secara manual sepanjang hari. Dengan sistem otomatis, jadwal dan takaran pakan bisa diatur sesuai kebutuhan, sehingga waktu dan tenaga petani bisa dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya. Kami berharap alat ini bisa terus digunakan dan dirawat oleh warga setelah program KKN selesai. ungkap Muhammad Andrean. Para petani keramba yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik teknologi yang diperkenalkan. Selama ini kami memberi pakan ikan secara manual, kadang sampai lupa waktu karena harus bagi-bagi dengan pekerjaan lain. Dengan alat otomatis ini, kami merasa sangat terbantu. Semoga ke depannya alat seperti ini bisa terus ada dan dikembangkan lagi. ujar salah satu petani keramba Desa Tejoasri. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dinas terkait, serta masyarakat dalam mendorong kemajuan sektor perikanan di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Cegah Kematian Massal Ikan, KKN Tematik Unisda Gelar Pelatihan Manajemen Kualitas Air untuk Petani Keramba Desa Tejoasri
Berita
01 Aug 2026

Cegah Kematian Massal Ikan, KKN Tematik Unisda Gelar Pelatihan Manajemen Kualitas Air untuk Petani Keramba Desa Tejoasri

Lamongan - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Darul `Ulum (UNISDA) Lamongan menggelar pelatihan manajemen kualitas air bagi para petani keramba di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 ini digelar sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kematian massal ikan yang kerap menjadi momok bagi para petani keramba. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Tejoasri, Bapak Yusuf Bachtiar, S.IP; perwakilan Dinas Perikanan, Bapak Awang Rochadiyan Okrista, S.Pi; Dosen Pendamping Lapangan, Midkholus Surur, M.IP; pemateri pelatihan, Dr. Mimatun Nasihah, M.Pd; serta para petani keramba Desa Tejoasri. Dalam sambutannya, Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Kematian massal ikan itu momok yang sangat ditakuti oleh petani keramba di sini, karena bisa membuat hasil kerja berbulan-bulan hilang dalam waktu semalam. Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN Unisda yang sudah menginisiasi pelatihan ini. Semoga ilmu yang didapat hari ini benar-benar diterapkan oleh warga. ujar Yusuf Bachtiar. Senada dengan itu, perwakilan Dinas Perikanan, Awang Rochadiyan Okrista, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Kualitas air adalah faktor utama dalam keberhasilan budi daya ikan di keramba. Banyak kasus kematian massal ikan yang sebenarnya bisa dicegah apabila petani memahami cara memantau dan mengelola kualitas air dengan baik. Kami mengapresiasi langkah mahasiswa KKN Unisda yang mengangkat isu ini menjadi materi pelatihan. kata Awang Rochadiyan Okrista. Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan, Midkholus Surur, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat desa. Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga mampu memberikan solusi atas persoalan yang nyata dirasakan masyarakat. Pelatihan manajemen kualitas air ini kami harapkan dapat membekali petani keramba dengan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di lapangan. jelas Midkholus Surur. Dalam kesempatan tersebut, materi pelatihan disampaikan langsung oleh Dr. Mimatun Nasihah, M.Pd. Ia memaparkan sejumlah indikator kualitas air yang perlu diperhatikan petani, mulai dari kadar oksigen terlarut, suhu, tingkat keasaman (pH), hingga cara mengenali tanda-tanda penurunan kualitas air sejak dini. Kematian massal ikan seringkali bukan disebabkan oleh penyakit, melainkan karena kualitas air yang menurun tanpa disadari oleh petani. Melalui pelatihan ini, saya berharap petani keramba di Desa Tejoasri dapat lebih peka dalam memantau kondisi air secara rutin, sehingga risiko kerugian akibat kematian massal ikan bisa ditekan seminimal mungkin, papar Dr. Mimatun Nasihah. Dalam sambutannya, Ketua KKN Tematik Desa Tejoasri menegaskan bahwa sektor keramba merupakan salah satu potensi unggulan desa yang perlu terus dikembangkan melalui pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga hasil budidaya keramba dapat semakin optimal serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa Tejoasri. kami sadar betul bahwa keramba adalah salah satu hasil bumi yang sangat berpotensi untuk membantu perekonomian Tejoasri, maka dari itu pemberdayaan petani keramba adalah hal yang sangat bagus dan semoga menjadikan hasil keramba yang maksimal. ujar dalam sambutan Ketua KKN Tematik Desa Tejoasri Kegiatan pelatihan manajemen kualitas air ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani keramba Desa Tejoasri dalam menjaga kualitas air kolam secara berkelanjutan, sekaligus menekan potensi kerugian akibat kematian massal ikan di masa mendatang.